Wednesday, 18 January 2012

5 Solat Sunnah yang boleh dijadikan rutin seharian kita sbg umat islam

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Amalan yang terbaik adalah yang ajeg (kontinu) walau jumlahnya sedikit. Begitu pula dalam shalat sunnah, beberapa di antaranya bisa kita jaga rutin karena itulah yang dicintai oleh Allah. Apa saja amalan shalat sunnah tersebut? Berikut kami sebutkan keutamaannya, semoga membuat kita semangat untuk menjaga dan merutinkannya.

Pertama: Shalat Sunnah Rawatib
Mengenai keutamaan shalat sunnah rawatib diterangkan dalam hadits berikut ini. Ummu Habibah berkata bahwa ia mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dalam riwayat At Tirmidzi sama dari Ummu Habibah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ
الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi no. 415 dan An Nasai no. 1794, kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Yang lebih utama dari shalat rawatib adalah shalat sunnah fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh).  ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua rakaat sunnah fajar (subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.”  (HR. Muslim no. 725)
Juga dalam hadits ‘Aisyah yang lainnya, beliau berkata,

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِأخرجه الشيخان

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan satu pun shalat sunnah yang kontinuitasnya (kesinambungannya) melebihi dua rakaat (shalat rawatib) Shubuh.” (HR. Bukhari no. 1169 dan Muslim no. 724)

Kedua: Shalat Tahajud (Shalat Malam)

Allah Ta'ala berfirman,

أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو
الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9). Yang dimaksud qunut dalam ayat ini bukan hanya berdiri, namun juga disertai dengan khusu' (Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 12: 115). Salah satu maksud ayat ini,

“Apakah sama antara orang yang berdiri untuk beribadah (di waktu malam) dengan orang yang tidak demikian?!” (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 7/166). Jawabannya, tentu saja tidak sama.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ

Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat amalan adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa' no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata, "Shalat hamba di tengah malam akan menghapuskan dosa." Lalu beliau membacakan firman Allah Ta'ala,

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, ..." (HR. Imam Ahmad dalam Al Fathur Robbani 18/231. Bab
"تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ ")

'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhu berkata, "Satu raka'at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari." (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma'arif 42 dan As Safarini dalam Ghodzaul Albaab 2: 498)
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka'at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta'ala dengan sujud dan berdiri." (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)
Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , "Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya." Al Hasan berkata, "Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta'ala-. Jadinya Allah memberikan di antara cahaya-Nya pada mereka."
Abu Sulaiman Ad Darini berkata, "Orang yang rajin shalat malam di waktu malam, mereka akan merasakan kenikmatan lebih dari orang yang begitu girang dengan hiburan yang mereka nikmati. Seandainya bukan karena nikmatnya waktu malam tersebut, aku tidak senang hidup lama di dunia." (Lihat Al Lathoif 47 dan Ghodzaul Albaab 2: 504)
Imam Ahmad berkata, "Tidak ada shalat yang lebih utama dari shalat lima waktu (shalat maktubah) selain shalat malam." (Lihat Al Mughni 2/135 dan Hasyiyah Ibnu Qosim 2/219)
Tsabit Al Banani berkata, "Saya merasakan kesulitan untuk shalat malam selama 20 tahun dan saya akhirnya menikmatinya 20 tahun setelah itu." (Lihat Lathoif Al Ma'arif 46). Jadi total beliau membiasakan shalat malam selama 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu butuh usaha, kerja keras dan kesabaran agar seseorang terbiasa mengerjakannya.
Ada yang berkata pada Ibnu Mas'ud, "Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam." Beliau lantas menjawab, "Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat." (Ghodzaul Albaab, 2/504)
Lukman berkata pada anaknya, "Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur." (Al Jaami' li Ahkamil Qur'an 1726)

Ketiga: Shalat Witir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً

Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Keempat: Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no.  720)
Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 1007)
Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits berikut,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ »

Dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

Imam Nawawi mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at.” (Syarh Shahih Muslim, 5: 234)

Asy Syaukani mengatakan,  “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus.” (Nailul Author, 3: 77)

Kelima: Shalat Isyroq

Shalat isyroq termasuk bagian dari shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Waktunya dimulai dari matahari setinggi tombak (15 menit setelah matahari terbit) setelah sebelumnya berdiam diri di masjid selepas shalat Shubuh berjama’ah. Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama'ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib 469 mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi/ shahih dilihat dari jalur lainnya)
Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama'ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

- Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna -

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3671--5-shalat-sunnah-yang-bisa-dirutinkan.html

Segalanya tentang SIHIR - Ustazah Dato' Dr Fatima Zahra

 Segalanya tentang SIHIR - Ustazah Dato’ Dr Fatima Zahra
Ni nota yang sempat dicatatkan dari kelas Ustazah Dr Fatma El-Zahra. Beliau bercakap mengenai sihir. Sambungan dari kelas beliau sebelum ini.
Dr. Fatma amanahkan anak murid dia untuk sampaikan kepada kaum keluarga dan sahabat handai. So, I want to share this knowledge to you all, since kita pun terdedah dengan perbuatan sihir ni everyday.



Sihir ni perbuatan jin dan syaitan, dan daripada manusia yang mahu merosakkan orang lain sbb dengki, sakit hati, cemburu etc. Manusia ni pegi kat tukang sihir or what we know as bomoh or pawang. Tukang sihir ni guna khidmat jin dan syaitan provided that tukang sihir ni buat sesuatu balik untuk jin/syaitan ni. Contohnya, jin/syaitan ni suruh tukang sihir ni kencing pada Al_Quran, baru dia mahu berkhidmat dengan tukang sihir ni.

Bagaimana kita nak tahu orang yang kita ‘minta tolong’ tu adalah tukang sihir?
1.        Bomoh ni akan minta things like gambar, songkok, kain pelikat/kain batik, asam limau, telur, and also your birthdate.
2.        Bomoh ni akan minta binatang ‘pelik’ like ayam hitam ke, kambing putih ke etc
3.        They read Quran in a funny way, very fast and unclear. Sebenarnya mereka mencampuradukkan/ menterbalikkan ayat-ayat Al-Quran dan masukkan nama jin/syaitan di antara ayat-ayat yang dibaca tu.
4.        They are dirty, kuku kotor, pakaian bau busuk. Do not reflect as orang yang mengamalkan Islam. Akibat orang cari tukang sihir - telah kufur kepada Rasulullah. Sbb cara ini menunjukkan you be! lieve there are people who knows ghaib and that is HARAM! Even Rasulullah has said that cuma Allah saja yang tahu tentang ilmu ghaib, not even him yang ada ilmu tu. 


Bagaimana kita tahu kena sihir?

1.        Cannot sleep at night
2.        Suka ketawa sendiri
3.        Tak suka mandi
4.        Suka makan banyak. Actually makan for two - sendiri + jin!!
5.        Suka duduk dalam bilik air lama-lama.
6.        Able to speak in different language secara tiba-tiba!




 

 









Bagaimana Hendak Mencegah Sihir?
 
1.  Bacalah 3x selepas solat subuh dan 3x selepas maghrib - read loudly, not in heart!
“Maasyaa Allahukaana wamaalam yasyaklam yakun Walaa haulawala quwata illabillahi ‘aliiyil ‘azhiim”

Maksudnya: Apa yang Tuhan kehendaki akan berlaku. Apa yang Tuhan tidak restui tidak akan berlaku. Tidak ada upaya mel ain kan kehendak Allah.

Bacalah secara lafaz, jangan baca di hati
Agar jin/syaitan lari dari rumah kita. Imagine rumah yang tiada syaitan dan jin, tiada perasaan marah, takdelah asyik nak gaduh sesama ahli keluarga betul tak? Sometimes when you have a bad fall, or when your kids suddenly fall, don’t just laugh it off. Cepat -cepat baca 3 Qul dan ayat di atas dan gosok badan. Jin tak akan masuk dalam badan.
 
2. Turut perintah Allah.
Antaranya: Mandi hadas besar as soon as haid kering. Do not wait after 1 day baru nak mandi hadas. Sometimes kita suka melengahkan mandi hadas ni. Same goes to junub. Kita dikelilingi syaitan!
Don’t prepare breakfast dalam keadaan junub! Bahaya!
 
3. Lebihkan zikir.
Ayatul Kursi - mengiringi tiap waktu solat fardhu
Surah Al Baqarah - baca di rumah 1 hari, 3 hari syaitan tak masuk rumah. Baca sebagai wirid harian ayat 285 yang bermula dari “Aamanarasul. …”
Doa Rasulullah untuk tiap perbuatan seperti doa masuk tandas, keluar tandas, menghadap cermin, doa makan ect.
Note! :
“Arasy” atau tempat syaitan rehat is the lubang najis. Jangan duduk lama di situ. Dah habis ‘bisnes’ keluar la..
ubah tabiat suka baca suratkhabar or majalah dalam jamban! Also, do not sing in tandas! Jin can also attack thru mirror. Oleh itu protect yourself by reciting the doa menghadap cermin.
 
4. Jangan bagi anak-anak keluar waktu maghrib. Jin dan syaitan byk di taman-taman, halaman rumah, padang . So, always know where your kids are bila masuk waktu maghrib. Kita suka buang sampah waktu maghrib. Time to change!
 
5. Seelok-eloknya ada tamar di rumah, especially tamar dari Mekah or Madinah. Jin dan syaitan tak suka tamar dari Mekah dan Madinah. Makan 7 biji tamar Ajwa atau tamar dari Madinah tiap pagi.
 
6. Tiap malam sebelum tidur dan tiap pagi baca 3 Qul, tiup ke tangan dan sapu seluruh tubuh. Boleh baca dan niatkan sebagai zikir bila datang haid.
 
7. Sebaik-baiknya usaha untuk mencari tempat sihir dan buangnya. Ayat khas untuk mencari tempat sihir - surah Al-Kauthar. 

8. Muhasabah diri, bertaubat dan banyak beristighfar. Gangguan might be from your own doings.

Mencegah dan Berubat Orang kena Sihir

 
1. Letakkan tangan di tempat yang sakit di tubuh dan baca:
Bismillaahi (3x)
A ‘uudzu bi ‘iizzatillaahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa uhaadziru
Ertinya: Dengan menyebut nama Allah. Saya berlindung dengan kekuasaan Allah dan ketentuanNya dari kejahatan sakit yang saya rasakan dan saya khuatirkan.

 
2. Bacalah ayat di atas 7 kali.
 
3. Kemudian baca doa:  ”Allahumma robbannaasi adzhibil baksa. Isyfi antasysyaafii laasyaifaa-aillaa syifaa uka. Syifaa-an laa yughaadiru saqomaa”
Ertinya: Ya Allah, Tuhan manusia, lenyapkankanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau jualah Tuhan yang menyembuhkan penyakit yang tiada kesembuhan mel ain kan kesembuhanMu. Dengan kesembuhan yang tiada ditambah penyakit lagi.
 
Merawat Orang yang Kena Sihir
 
1. Ambil 7 helai daun bidara (daun ini diguna buat mandi mayat- jin takut daun bidara!), dan ditumbuk atau digiling is most prefered. It is a symbolic action to hancurkan perbuatan jin. Sambil giling daun-daun bidara ini, baca:

Ayatul Kursi
Al-Kafirun ( Qulya ayyuhal kafiruun..)
Qul ~ Ahad
Qul ~ Falaq
Qul ~ Naas
Surah Yunus ayat 81
Surah A’Raf ayat 120-121 

(diambil dr email pakbelang-Nurfazedah/18.01.12/6.27pm)

 

Sunday, 15 January 2012

CIRI CIRI AQIDAH YANG SAH

“Katakanlah (wahai Muhammad) “Hai orang orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu tidak akan mahu menyembah (Allah) yang aku sembah.Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat.Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.Bagi kamu agama kamu.Dan bagiku agamaku”. (Surah al Kafirun ayat 1- 6)
“Sampaikan secara berterus terang akan apa yang diperintahkan kepadamu (wahai Muhammad) dan janganlah engkau hiraukan bantahan dan tentangan kaum kafir Musyrik itu”. (Surah al- Hijr ayat 94)
Firman Allah Taala ini adalah menjadi dalil bahawa aqidah yang sahih tidak bertolak ansur dalam menanamkan keimanan dan tauhid ke dalam hati seseorang manusia.dan tidak memperdulikan sebarang usaha daripada orang orang yang tidak bertanggungjawab yang cuba hendak memesongkan aqidah dan keimanan seseorang.
CIRI CIRI AQIDAH YANG SAHIH ITU IALAH:
  1. Percaya kepada Allah, malaikat, malaikat Nya, rasul rasulNya, kitab kitab Nya, hari akhirat, qadha’  dan qadar yang menjadi rukun iman.
  2. Aqidah yang berlandaskan dalil dalil syariah dari al Quran dan al Sunnah yang menjadi asas agama Islam.
  3. Amal ibadat seseorang itu hanya sah dan terima Allah adalah ibadat yang terbit dan datang dari aqidah yang sahih.
  4. Amal ibadat yang bukan terbit dari aqidah yang sahih adalah sia sia sahaja, iaitu tidak mendapat apa apa balasan daripada Allah.
  5. Ciri ciri aqidah yang sahih ialah mentauhidkan Allah, iaitu mengiktikadkan dengan iktikad yang pasti dan tetap, Allah Taala itu Maha Esa dan tidak ada yang berhak disembah selain daripada Allah.
  6. Sesuatu amalan dan ibadat yang diterima Allah ialah amalan dan ibadat yang dikerjakan semata mata kerana Allah secara khudhu, rughbah,ruhbah,hunnulillah,tazallul, dan ikhlas.
  7. Ciri ciri aqidah yang sahih juga tidak bertolak ansur dalam penghayatan aqidah yang berlandaskan al Quran dan al Sunnah supaya orang orang yang beriman dan Islam tetap di atas dasar tauhid.
  8. Sikap tidak bertolak ansur dalam penghayatan aqidah yang sahih merupakan suatu ketegasan dalam mempertahankan agama Islam dan aqidah sahih itu.
  9. Rasulullah SAW dengan kekuatan aqidahnya secara berterus terang dan berani menentang dan menolak cadangan kafir Quraisy dan kaum Musyrikin yang mengajak Baginda menyembah berhala mereka.
  10. Aqidah yang sahih adalah aqidah yang berlandaskan “al Quran dan al Sunnah” uang diistilahkan “aqidah ahli al sunnah wal jamaah  iaitu iktikad yang mengikut iktikad Nabi Muhammad SAW dan kumpulan orang ramai.
(diambil dr group pak belang/15.01.12/6.46pm)

Gambar kenangan dari atas Jam Makkah Al-Mukarramah


14 Julai 2011